MAKIN SERUPA YESUS, TUHANKU

Sungguhkah kita mau serupa Yesus ?

Kita harus berani mengubah paradigma bahwa setiap orang sangat dimungkinkan untuk mengalami perubahan di dalam perjalanan hidupnya. Saulus menjadi Paulus. Dan berani memberi kepercayaan dan percaya terhadap seseorang yang diharapkan mau dan mengalami perubahan di dalam perjalanan hidupnya. Seperti kata Yesus kepada Ananias, “…, sebab orang ini adalah alat pilihan bagiKu untuk memberitakan namaKu …” (Kis 9:15). Dan seperti kata Yesus kepada Petrus, “Gembalakanlah domba-dombaKu.” (Yoh 21:15-17).

Sungguhkah kita mau serupa Yesus ?

Kita harus berani menerima seseorang dan merangkulnya bahkan memotivasi dan mendampinginya. Seperti Yesus kepada murid-muridNya, “…: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. .. Kata Yesus kepada mereka: “Marilah dan sarapanlah.”” (Yoh 21:6,12).

Sungguhkan kita mau serupa Yesus ?

Mari kita nyanyikan lagu “MAKIN SERUPA YESUS, TUHANKU” (NKB.138) ini dengan penghayatan dan pemaknaan untuk perubahan hidup kita.

Makin serupa Yesus, Tuhanku,
inilah sungguh kerinduanku;
Makin bersabar, lembut dan merendah,
makin setia dan rajin bekerja.

Refrein:
Ya Tuhanku, ‘ku b’rikan padaMu
hidup penuh dan hatiku seg’nap.
Hapuskanlah semua dosaku,
jadikanlah ‘ku milikMu tetap.

Makin serupa Yesus, Tuhanku,
setiap hari ini doaku:
Makin bergiat menjadi muridnya,
makin berani menjadi saksinya.

Makin serupa Yesus, Tuhanku,
ini selalu cita-citaku:
Makin bertambah di dalam kasihku,
makin bersungguh menyangkal diriku.

Sungguhkah kita mau serupa Yesus ?

Bukalah hati dan pikiran kita, biarlah Yesus masuk ke dalamnya dan mengendalikannya.

Soli Deo Gloria
J. O. Liline

Advertisements
Posted in Refleksi | Leave a comment

PENGEN NGOMEL and MARAH

aku ngomong nih ama dia, “kalau aja aku bisa ngomelin and marahin tuh mereka, rasanya pengen deh aku bisa ngomelin and marahin tuh mereka. tapi, … gimana ya … ? aku nggak bisa nih.”

“emang kenapa ?”, katanya. “kalau emang harus diomelin and dimarahin, ya udah, omelin and marahin aja. ngapain juga ditahan-tahan. ntar malah jadi penyakit.” lanjutnya.

“iya sih. pengennya juga gitu. tapi, gimana ya ? akunya nggak bisa euy.” kataku lagi.

“lho, nggak bisa gimana sih ? katanya: “pengen”, tapi sekarang “nggak bisa”. gimana sih kamu nih ? terus, maunya kamu tuh gimana ?” katanya lagi. dia mulai emosi juga nih ama aku.

terus, entah kenapa and gimana, mulai deh dia ngedumel ini itu and bla bla bla … ke aku. intinya mah dia sedang ngomelin (belum sampe marahin) aku sih … “katanya pengen ngomelin and marahin. lha, sekarang ada kesempatan tuk ngomelin and marahin, kamu nggak mau. ya udah, nggak usah ngomel and nggak usah marah juga. diemin aja lagi !” katanya dengan nada suaranya yang mulai meninggi.

dalam hatiku nih, “duh, kalo aja aku bisa seperti dia. baru segininya aja dah bisa ngomelin aku.” kayaknya enjoy-enjoy aja tuh dia. nggak ngerasa apa-apa tuh. tapi, “kok aku nggak bisa ya … ?” tanya pada diriku sendiri. tapi, hmmm  … setelah pikir-pikir lagi nih: “ngapain juga sih marah ? mereka khan dah pada gede ini. mereka khan bukan anak kecil lagi. mereka khan dah pada dewasa.”

nah ini die … “dah pada dewasa”. ini die persoalannya. “dah pada dewasa”, katanya mah ! tapi dewasa apanya ?

ah, bingung deh aku.

pengen ngomel and marah, tapi nggak bisa nih … hik, hik, hik …

gitu lho ceritanya orang itu …

Soli Deo Gloria
J. O. Liline

Posted in Refleksi | Leave a comment

SIAPKAH ANDA ?

Ketika Anda akan menyambut Sabat TUHAN, apakah yang akan Anda persiapkan ? Ingat, …

  • Jangan hanya mempersiapkan diri agar tetap segar dan bugar, sehingga Anda bisa mengikuti ibadah tanpa mengantuk dan tertidur pulas.
  • Jangan hanya mempersiapkan pakaian yang rapih dan cocok untuk beribadah, sehingga Anda nampak seperti orang-orang yang tahu sopan santun.
  • Jangan hanya mempersiapkan uang persembahan, sehingga Anda tidak lupa untuk bersyukur atas kecukupan dan pemeliharaan yang sudah Tuhan anugerahkan kepada Anda.
  • Jangan hanya mempersiapkan daftar bacaan Alkitab, sehingga Anda bisa mengikuti pembacaan Alkitab dengan baik.
  • Jangan hanya mempersiapkan hati untuk menyanyi, berdoa dan mendengar firman Tuhan, sehingga membuat Anda nampak begitu religius.

 TETAPI …

 PERSIAPKAN JUGA HATI YANG SIAP UNTUK MENERIMA PENGAMPUNAN DAN KASIH SAYANG TUHAN, SEHINGGA ANDA PUN SIAP UNTUK MENGAMPUNI DAN MENGASIHI ANGGOTA KELUARGA DAN TEMAN-TEMAN ANDA. SEBAB TIDAK ADA PENGAMPUNAN UNTUK ANDA JIKA TIDAK ADA PERTOBATAN DARI ANDA.

“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jakalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 6:14-1d).

Jadikanlah ibadahmu berkenan di hadapan Allah dan sesamamu.

Soli Deo Gloria
J.O Liline

Posted in Refleksi | Leave a comment

KASIHNYA TIDAK BERKESUDAHAN

Mengasihi orang yang begitu baik terhadap kita akan dengan mudah dilakukan oleh Anda. Tetapi bagaimana mengasihi seorang rekan kerja yang selalu saja sinis dan kasar, baik kata-kata maupun perilakukannya terhadap kita ? Apakah Anda akan terus mengasihi atasan Anda yang selalu saja memarahi tanpa alasan yang jelas ?

Mengasihi orang lain ternyata tidak selalu mudah untuk dilakukan. Mengasihi orang lain terkadang meminta bahkan menuntut Anda untuk mengabaikan ego dan gengsi Anda. Mengasihi orang lain terkadang mendorong Anda untuk melukai dan menyakiti diri sendiri. Mengasihi orang lain tidak dengan sendirinya akan merupakan pengalaman yang indah dan menyenangkan. Dan hal itu dapat Anda temui, bahkan Anda alami di dalam berelasi dengan orang lain.

Nelson Mandela pernah berkata, “No one is born hating another person because of the color of his skin, or his background, or his religion. People must learn to hate, and if they can learn to hate, they can be tauhgt to love, for love comes more naturally to the human heart than its opposite.”

Kalimat seperti itu bukanlah omong kosong. Karena kalimat ini dikatakan oleh seorang Nelson Mandela diakhir masa hukuman penjaranya selama ± 27 tahun. Seorang yang mengalami diskriminasi, tetapi yang berjuang untuk kesetaraan hidup bagi orang-orang kulit hitam di Afrika Selatan. Ia mengalami dan menjalani hidup yang begitu pahit karena ketidak-adilan. Ia tidak menjadi sakit hati dan menaruh rasa dendam di dalam dirinya, bahkan ketika ia menjadi presiden Afrika Selatan dan memiliki kuasa. Ia mau mengampuni dan tetap mau terus mengasihi orang lain, bahkan pada saat orang lain itu menyakitinya.

Dalam Lukas 23:34 “Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Yesus tidak menaruh dendam. Sebaliknya, Yesus berdoa, memohon kepada Allah, BapaNya yang di sorga pengampunan untuk orang-orang yang sudah memfitnahNya, menyesahNya, menganiayaNya dan yang mengolok-olokNya bahkan yang sudah menyalibkanNya. Bagaimana dengan Anda ? Dapatkah Anda memaafkan orang yang membenci Anda ? Dapatkah Anda mengampuni orang yang menyakiti Anda ? Dapatkah Anda tetap mengasihi orang yang pernah menghancurkan hidup Anda ?

Memang, kebaktian dan perayaan Paska sudah usai. Tetapi Paska bukan sekedar Anda melaksanakan ritual keagamaan dan merayakan Yesus yang dibangkitkan dari kematianNya. Tetapi Paska adalah soal pengampunan. Dan pengampunan itu senantiasa menjadi sebuah kesempatan bagi Anda dan orang lain itu memperbaiki diri dan memperbaharui hidup.

Paska adalah kenyataan kasih Allah yang tidak pernah berkesudahan, meski pun Anda terus berbuat salah dan terus menolakNya. Paska adalah kenyataan bahwa kebencian tidak pernah bisa menghentikan Anda untuk terus mengampuni dan mengasihi.

Paska bukan hanya sekedar mau mengajak Anda untuk melihat kehebatan kuasa Allah atas kematian, melainkan juga tentang kerendahan hati yang mengajak Anda untuk mau melihat orang lain sebagai sesamanya dan sesamaNya, yang terutama dan penting tanpa membedakan. Paska adalah soal memberi diri dan berbagi kehidupan bersama orang lain, tanpa terkecuali.

Soli Deo Gloria
Pdt. J. O. Liline

Posted in Renungan | Leave a comment

TUHAN MEMANDANGMU !

Seorang anak kecil mengalami kebingungan. Ia tidak merasa nyaman dan mulai menangis di tengah virus pikuk dan ramainya teman-temannya yang sedang bermain-main. Kepalanya menoleh keberbagai arah dan matanya mencari-cari. Ia berharap bisa menemukannya dan menenangkan hatinya. Siapakah yang ia cari?

Pada arah tertentu, di tengah kerumuman orang banyak, ia melihat seorang ibu yang sedang berdiri memandang ke arahnya sambil terenyum dan melambaikan tangannya ke arahnya. Dan, ketika ia sadar bahwa ibunya ada di sana, di sekitarnya sambil memperhatikan dirinya, ia pun mulai merasa tenang, berhenti menangis. Dan ia kembali bermain dengan teman-temannya.

Kadangkala kita seperti anak kecil itu, yang merasa tidak nyaman dan khawatir bahkan takut di tengah dan dengan hiruk pikuk dan ramainya aktifitas yang ada di sekitar kita bahkan aktifitas yang kita lakukan sekali pun. Kita merasa lelah dan cape bahkan putus asa terhadap ketidaknyamanan dan kekhawatiran bahkan ketakutan kita sehingga mmembuat kita sangat putus asa. Lalu, di manakah Tuhan?

“TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia; dari tempat kediamanNya Ia menilik semua penduduk bumi.” (Mazmur 33:13-14).

Berbahagialah orang yang mempunyai Allah yang senantiasa ada untuknya. Sebab, ia akan mengalami ketenangan dan jiwanya pun tenteram.

Soli Deo Gloria
J. O. Liline

Posted in Refleksi | Leave a comment

KENDALIKAN AMARAHMU !

Setiap orang bisa meluapkan amarahnya. Tetapi tidak setiap orang mempunyai kapasitas untuk meluapkan amarahnya terhadap seseorang yang memang benar layak menerima amarahnya pada saat yang tepat, dengan tujuan dan cara yang benar.

Jika Anda mempunyai kapasitas itu, Anda akan membangun sebuah relasi yang benar untuk mengembangkan karakter baik dalam diri sendiri dan orang tersebut. Sebaliknya, jika tidak mempunyai kapasitas tersebut, Anda hanya akan merusak relasi yang benar bahkan bisa menghancurkan diri sendiri dan orang tersebut.

Rasul Paulus menasehatkan, “APABILA KAMU MENJADI MARAH, JANGANLAH KAMU BERBUAT DOSA: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu DAN JANGANLAH BERI KESEMPATAN KEPADA IBLIS.” (Ef 4:26-27).

Jadi, belajarlah untuk mengendalikan amarah Anda. Sehingga Anda dapat memikirkan segala konsekuensinya yang akan berakhir dengan rasa malu.

Soli Deo Gloria
J. O. Liline

Posted in Refleksi | Leave a comment

JADILAH KREATIF

Setiap orang, mungkin, pernah mengalami kegagalan. Tetapi tidak semua orang menyikapinya dengan cara yang sama.

Orang bodoh menjauh dan melarikan diri dari kegagalan, dan orang biasa hanya bisa menangisi kegagalannya, tetapi orang bijak akan mengelola kegagalan dengan kreatif.

Dan … selamat berhasil !

Soli Deo Gloria
J. O. Liline

Posted in Refleksi | Leave a comment